Masa Pandemi Belum Berakhir, Lontong Gule “Mang Dede” Tetap Setia Temani Hiruk Pikuk Margasari

39

infopewarta.com – Klonengan ..entah siapa yang pertama kali mempopulerkan hingga seantero jagad, padahal tak ada kehidupan desa disana, namun yang Kami ketahui “Klonengan” hanya sebuah nama pintu kereta Api yang berada di Desa Pakulaut Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal di jalur lintas selatan Purwokerto – Jakarta atau sebaliknya, mungkin karena suaranya yang khas dengan irama Kloneng Kloneng saat kereta api akan melintas jadilah orang menyebutnya dengan nama Klonengan hingga saat ini.

Ada yang menarik dari sudut jalur Klonengan, sebelum dibangunnya Fly Over, saat tiba di pintu Klonengan dari arah Jakarta maupun Purwokerto dan sebaliknya sederet warung kopi berjejer temani sunyinya jalur klonengan kala itu. Tidak hanya itu saja Warung Makan sederhana berdinding bilik Lontong Gule Khas “Mang Dede” pun senantiasa setia turut menemani.

Lontong Gule “Mang Dede” sudah ada sejak berapa tahun lamanya, menurut salah satu anaknya, saat Kami berbincang sambil menikmati sajian Mang Dede, beberapa hari masih di Awal bulan Januari 2021  lontong Gule tersebut masih ada ikatan kerabat dekat dengan “Kupat Pa Kidi” kupat kikil yang berada di jalan raya Margasari.

Nah menariknya lagi, olahan lontong Gule “Mang Dede” tersebut selain rasa rempahnya bikin lidah bergelora dan daging yang digunakannya berasal dari kepala Kambing dan di sajikan dengan kuah yang panas, bikin makin mengoda selera makan dan perut tak sabar menyantapnya

Kini semenjak Klonengan dibangun Fly Over, dan semua pedagang di sekelilingnya terimbas pembangunan, Lontong Gule “Mang Dede” akhirnya bergeser ke Jalan Raya Margasari 100 Meter dari arah Slawi maupun Klonengan jalan masuk Prapatan Ajir Pakulaut Kecamatan Margasari dengan jam buka biasanya mulai dari siang hingga pukul 21.00 malam.

Buat yang masih penasaran dan bagi pencinta dan pemburu kuliner yang ingin mengenang keakraban suasana Klonengan kala itu bisa merapat di lokasi warungnya untuk sekedar icip- icip atau mungkin menikmati bersama keluarga dihiasi kesederhanaan dinding dari bilik, selain Makyuss Lontong Mang Dede juga dijamin harga seporsinya nggak bikin jebol kantong.

Sejatinya keuletan dan kesabarannya menjadi contoh bagi kita semua untuk tidak mudah menyerah, Masa pandemi belum berakhir bahkan kita tidak tahu kapan akan berlalu, tetapi semangat juang dan ketekunan Mang Dede tetap bergelora menjalani usaha hingga saat ini dengan selalu bersyukur. (Red/CN)