Meski Tertunda Menerima Suntik Vaksin, Bupati Tegal Tetap Berharap Mendapatkan di Kesempatan Lain

9

Slawi – Sempat merebak di jagad media sosial penyuntikan vaksin yang dilakukan serentak di Kabupaten Tegal Jawa Tengah tak menyertakan Bupati Tegal Umi Azizah, bahkan Bupati kala itu hadir mencanangkan vaksinasi Covid-19 di RSUD dr. Soeselo, Senin (25/1/2021)

Menyoal hal tersebut, seperti dilansir dari Humas Kabupaten Tegal, Bupati Tegal saat itu hadir dan bahkan menjalani berbagai tahapan test kesehatan, namun belum berkesempatan  mendapatkan suntikan vaksin gratis dari Pemerintah, hal ini dikarenakan  faktor usia yang dibatasi maksimal 59 tahun.

Meski demikian, Bupati berharap dirinya bisa mendapat suntikan vaksin Covid-19 pada kesempatan lain bila syarat usia sudah tidak lagi menjadi kendala, termasuk suntik vaksin mandiri dengan vaksin produksi selain Sinovac bila memang memungkinkan.

Dalam pesannya yang dilansir dari Humas Pemkab Tegal, Bupati menyampaikan agar warga masyarakat tidak perlu ragu dan takut soal keamanan, kemanjuran dan kehalalannya.

“Sekarang sudah bukan waktunya memperdebatkan soal vaksin, karena proses produksinya sudah melalui proses yang panjang dan ketat, serta lulus uji klinis.

Soal keamanan dan kehalalan, dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan vaksin ini aman dan halal, jadi tidak perlu ragu jika saatnya nanti harus disuntik vaksin Covid-19,” ujarnya tegas

Dirinya juga meminta masyarakat dapat memahami jika vaksinasi ini adalah proses yang panjang dan bertahap. Setiap individu akan mendapat dua kali suntikan dengan jeda waktu empat belas hari.

Meski sudah disuntik vaksin, orang tidak langsung kebal terhadap virus Covid-19, tapi harus melalui proses waktu yang lama sampai imunitas tubuh terbentuk dan tetap menjalankan protokol kesehatan tetap dijaga sekalipun sudah divaksin.(Red/CN/Sumber pemkabtegal)