Senyum Ramah Pelukis di Ujung Desa Kesambi

62

Slawi – Dalam dunia seni, pelukis adalah orang yang menciptakan karya seni dua dimensi berupa lukisan. Meski sudah tak muda lagi, seni lukis masih tetap menjadi nafas bagi Jaenal Abidin (54) warga salah satu desa di Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal,  Sosoknya pun sudah tak asing lagi di kalangan para seniman, bahkan sejumlah karyanya banyak di minati masyarakat pencinta seni

Rumah sederhana nan asri  yang terletak dipinggir hutan milik perhutani bersebrangan dengan rel kereta api jalur Purwokerto – Tegal  ini masih masuk wilayah Desa  Prupuk Selatan Kesambi Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal , dihiasi senyum sumringah dan keramahan para penghuni didalamnya membuat Kami semakin betah menikmati sajian ala kadarnya dan enggan mengangkat kaki untuk beranjak cepat cepat meninggalkan istananya

Namun ada yang mengugah naluri keingintahuan Kami ketika diakhir bulan Januari berkunjung dan melihat sebuah karya lukisnya  sebuah lukisan didalamnya  mengambarkan sosok seekor Naga, seorang Peri Cantik dibalik sosok yang menurut kami orang awam beliau adalah seorang Ajengan

Tak tahan menahan naluri ini, Kami coba bertanya siapa dan bagaimana proses melukisnya agar rasa penasaran ini lepas bagai busur anak panah, dan ternyata benar, sang pelukis menjelaskan secara gamblang bahwa dirinya melukis tanpa sketsa  dan tanpa direncanakan alias muncul dengan spontan usai  beberapa hari sebelumnya sempat mengunjungi petilasan yang konon di kenal dengan sebutan Mbah Janur diatas bukit sisi jalan raya Prupuk dan tempat bersejarah di sebuah bukit tak jauh dari tempat tinggalnya

Ada yang menarik dalam setiap karya lukisnya, tarikan demi tarikan  kuas yang melekat di kanvas seakan lepas tanpa kendali mengikuti panggilan hasrat jiwa, pasalnya tema lukisan dibuatnya lebih banyak beraroma Misteri dan terkadang hanya lewat mimpinya sebagai petunjuk,  hal ini pun terbukti dengan hasil karyanya yang terpampang didinding rumahnya

Jaenal Abidin mengaku kesehariannya hanya sebagai penjaga malam di salah satu sekolah di wilayah Kesambi, Kecamatan Margasari dengan upah yang minim, namun karena kebutuhan ekonomi meskipun cukup tak cukup pekerjaan ini tetep ditekuni sepanjang tahun, berharap adanya peningkatan dari pihak sekolah pun menurutnya hanya bagai pungguk merindukan bulan alias tak kunjung tiba.

Selain mampu melukis hal hal misteri, Jaenal juga mampu melakukan melukis secara telepati dengan ditutup matanya mengambarkan situasi sakral atau mistis di suatu lokasi yang menurutnya penuh mistis, namun bagi kami seni lukis yang dilakukan sejatinya mendapat acungan jempol sehingga sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan keberadaan para seniman lukis diwilayahnya sendiri agar mereka juga mampu meraih kelayakan hidup di masa pandemi saat ini. (CN)